Scroll untuk baca artikel
BeritaDAERAHNasionalPersTNI/POLRI

Dari Bangka ke Nusakambangan, Sugeng Bawa Inovasi dan Semangat Kemandirian

19
×

Dari Bangka ke Nusakambangan, Sugeng Bawa Inovasi dan Semangat Kemandirian

Sebarkan artikel ini

 

PANGKALPINANG, Faktababelnews.id — Meninggalkan Pulau Bangka yang dikenal sebagai Pulau Timah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, membawa semangat inovasi menuju Nusakambangan yang kini diarahkan sebagai Pulau Kemandirian dan lumbung pangan Pemasyarakatan.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sejak September 2025.

Momentum perpindahan tugas Sugeng berlangsung dalam acara Lepas Sambut dan Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Pangkalpinang kepada Febie Dwi Hartanto, Rabu (26/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), mitra kerja Lapas Pangkalpinang, jajaran pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Dharma Wanita Persatuan, Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan, petugas Lapas Pangkalpinang, para pensiunan, serta sejumlah jurnalis Persatuan Jurnalis Siber (PJS).

Selama 541 hari memimpin Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan menghadirkan berbagai inovasi, terutama di bidang ketahanan pangan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pembenah tanah dan kompos yang dinilai ramah lingkungan sekaligus ekonomis.p
Inovasi tersebut kemudian dikembangkan melalui Program Kelurahan Binaan di Kelurahan Tuatun Indah. Sejumlah program yang dijalankan antara lain pemanfaatan kompos untuk kebun sawit  nanas masyarakat adat Melayu Tuatunu, pengembangan dodol nanas bersama UMKM dan santri Pondok Pesantren Manbaul Ulum hingga dipasarkan ke Jawa Barat.

Selain itu, Lapas Pangkalpinang turut mendorong penyerahan rumah panggung layak huni serta penanaman hortikultura di lahan tidak produktif milik pesantren.

Bersama para mitra, Lapas Pangkalpinang juga mendorong pencetakan sawah di lahan idle Tuatunu seluas sekitar 8 hektare. Program tersebut hingga kini masih berjalan dengan melibatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta PLTU Air Anyir.

Sugeng menegaskan, perpindahan tugas bukan berarti mengakhiri apa yang telah dibangun selama memimpin Lapas Pangkalpinang.
“Saya tidak melihat perpindahan ini sebagai meninggalkan apa yang telah dibangun, tetapi membawa semangat itu ke tempat yang baru. Apa yang dimulai di Lapas Pangkalpinang, mudah-mudahan terus berkembang dan memberi manfaat di Nusakambangan,” ujar Sugeng.

Ia menekankan bahwa setiap inovasi Pemasyarakatan harus mampu memberikan dampak nyata bagi warga binaan, masyarakat, maupun lingkungan.
Sugeng selanjutnya dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan.

KiSementara itu, Febie Dwi Hartanto menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai program yang telah dirintis pendahulunya.

“Apa yang telah dibangun Pak Sugeng menjadi fondasi yang baik. Kami akan menjaga kesinambungannya dan menghadirkan inovasi baru agar Lapas Pangkalpinang terus menjadi ruang tumbuhnya keterampilan, kemandirian, dan harapan,” ungkap Febie.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, turut mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Sugeng selama bertugas di Lapas Pangkalpinang.

Menurutnya, rotasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperluas pengalaman serta meningkatkan kontribusi dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.

“Rotasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Harapannya, Pak Sugeng membawa pengalaman terbaik dari Bangka Belitung untuk memperkuat kemandirian di Nusakambangan, sementara Lapas Pangkalpinang terus melanjutkan inovasi yang telah dibangun,” kata Ade Agustina.

Ketua PJS Bangka Belitung, Agus Eko, menilai perpindahan Sugeng menjadi momentum estafet pengabdian sekaligus membawa semangat baru bagi kedua satuan kerja.“Dari Pulau Timah menuju Pulau Kemandirian, perpindahan Sugeng Indrawan menjadi momentum estafet pengabdian. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di tempat baru, sementara Lapas Pangkalpinang melanjutkan langkah bersama Febie Dwi Hartanto untuk semakin produktif dan berdampak bagi masyarakat,” tutur Agus Eko.
Redaksi FBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *