Scroll untuk baca artikel
BeritaDAERAHInternasionalNasionalPersTNI/POLRI

Lapas Pangkalpinang Panen Raya 518 Kg Semangka, Wujud Nyata Program Ketahanan Pangan

14
×

Lapas Pangkalpinang Panen Raya 518 Kg Semangka, Wujud Nyata Program Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

 

PANGKALPINANG, FAKTABABELNEWS Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan panen raya 518 kilogram semangka (Citrullus lanatus) yang berlangsung pada Senin (7/9).

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengapresiasi inovasi dan kerja keras petugas bersama Warga Binaan dalam mengembangkan program pertanian di lingkungan Lapas.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan kemandirian Warga Binaan.

“Ini bukti program ketahanan pangan yang memberikan dampak nyata. Kami optimistis ke depan hasil panen akan semakin meningkat,” ujar Febie.
Manfaatkan Lahan Terbatas
Prosesi panen diawali dengan pemetikan secara simbolis buah semangka yang telah memasuki masa panen, kemudian dilanjutkan dengan pemanenan secara menyeluruh.

 

Meski dilaksanakan secara sederhana, kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Menariknya, dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 160 meter persegi, dua Warga Binaan mampu membudidayakan tanaman semangka hingga menghasilkan panen maksimal.

 


Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, mengatakan hasil panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa lahan terbatas tetap dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

דPanen ini merupakan bukti nyata pemberdayaan dan konsistensi program kemandirian Warga Binaan. Ini juga menunjukkan bahwa lahan terbatas dapat memberikan manfaat besar jika dikelola dengan baik,” ungkap Mulsa.
Ia menambahkan, hasil panen semangka tersebut sebagian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi Warga Binaan dan sebagian lainnya dipasarkan melalui mitra.

“Hasil panen ini, selain untuk asupan gizi Warga Binaan, juga akan kami pasarkan ke Mitra Juwita Buah,” jelasnya.
Warga Binaan Terlibat dari Hulu hingga Hilir

Sementara itu, Kepala Subseksi Pengolahan Hasil Kerja dan Sarana Kerja, Eko Cahyono, menjelaskan keberhasilan panen tidak terlepas dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin.

 

Warga Binaan dilibatkan dalam berbagai tahapan budidaya, mulai dari penyiraman, pemupukan, perawatan tanaman hingga proses pemanenan.
“Perawatan dilakukan rutin, mulai dari penyiraman hingga pemupukan. Warga Binaan juga ikut terlibat sampai proses panen,” kata Eko.

Menurutnya, keterlibatan langsung tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada Warga Binaan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Implementasi Program Aksi Kementerian
Kegiatan panen semangka ini merupakan bagian dari implementasi arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin kedelapan mengenai kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur.

Melalui program tersebut, Lapas Pangkalpinang berupaya menjadikan pembinaan kemandirian tidak sekadar kegiatan rutin, tetapi mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Dengan semangat kebersamaan dan pemanfaatan sumber daya yang ada, program ketahanan pangan di Lapas Pangkalpinang diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan.
Selain mendukung kebutuhan pangan dan gizi Warga Binaan, program ini juga menjadi sarana pembelajaran dan pembekalan keterampilan agar Warga Binaan memiliki bekal produktif saat kembali ke masyarakat.

Redaksi FBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *