
PANGKALPINANG ,Faktababelnews id Terobosan produktif lahir dari balik jeruji Lapas Kelas IIA Pangkalpinang (Tuatunu). Melalui tangan terampil warga binaan, limbah hasil produksi PLTU kini berhasil disulap menjadi pupuk kompos bernilai ekonomi tinggi.Rabo 01/04//2026.
Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membuka peluang usaha nyata yang siap menopang kehidupan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Di tahap awal, produksi masih dilakukan secara manual dengan melibatkan dua warga binaan yang telah mendapat pelatihan khusus. Meski baru dimulai, hasilnya langsung mendapat respons positif dari pasar.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengungkapkan kapasitas produksi saat ini mencapai 5 hingga 6 ton setiap dua minggu.
“Yang pertama sudah kami kirim ke Koba sebanyak 6 ton, berikutnya insyaallah ke Belinyu 6,5 ton,” ujarnya.
Permintaan pupuk kompos ini disebut terus meningkat, terutama dari sektor perkebunan kelapa sawit di Pulau Bangka.

Selain Koba dan Belinyu, daerah lain seperti Petaling dan Kotawaringin juga sudah masuk daftar pemesan. Namun, pihak lapas masih menyesuaikan dengan ketersediaan stok yang ada.
Tak hanya berdampak ekonomi, program ini juga menjadi solusi lingkungan karena memanfaatkan limbah PLTU menjadi produk yang berguna bagi pertanian dan perkebunan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun memberi dukungan penuh, terutama dalam membantu pemasaran hasil produksi agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ke depan, Lapas Tuatunu menargetkan peningkatan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan yang terus melonjak.
Program ini diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, sekaligus membuktikan bahwa dari balik jeruji pun bisa lahir karya produktif yang memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Editor : Arie penulis : kurnia





