Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDAERAHHUKUM/KRIMINALKesehatanNasional

Limbah Merah Gudang Bos Akon Mangkol Bikin Resah Warga Desak Penyelidikan

27
×

Limbah Merah Gudang Bos Akon Mangkol Bikin Resah Warga Desak Penyelidikan

Sebarkan artikel ini

 

Photo air limbah berwarna merah di duga dari gudang Akon              Pangkalan Baru,Faktababelness.id Dugaan aliran limbah berwarna merah di kawasan Gudang Bos Akon Beras di Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, menuai sorotan masyarakat.minggu 2/03/2026

Temuan tersebut dipantau tim investigasi lapangan pada Minggu (01/03/2026) sekitar pukul 16.23 WIB. Di lokasi terlihat cairan berwarna merah mengalir di sekitar area gudang dan sebagian merembes ke tanah di sekitarnya. Kondisi itu memicu tanda tanya warga terkait asal-usul dan dampak cairan tersebut.

Sejumlah warga Mangkol mengaku khawatir jika cairan tersebut merupakan limbah berbahaya yang dapat mencemari lingkungan. Mereka menilai, jika benar berasal dari bahan kimia seperti cat, maka harus ada penanganan khusus sesuai standar pengelolaan limbah.

Photo gudang Akon. Yang beralamat di Desa Mangkol pangkalan Baru

“Kami hanya ingin kejelasan. Jangan sampai berdampak ke tanah atau saluran air di sekitar sini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat dikonfirmasi, Bos Akon menyebut cairan tersebut merupakan “limbah cat tumpah.” Meski demikian, penjelasan itu dinilai belum cukup meredakan keresahan warga.

Pasalnya, limbah cat tergolong bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara benar dan tidak melalui prosedur pengamanan yang sesuai.
Masyarakat berharap instansi terkait di Kabupaten Bangka Tengah turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan dan uji sampel, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan. Transparansi hasil pemeriksaan dinilai penting demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan lingkungan tetap aman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas lingkungan hidup setempat terkait dugaan limbah tersebut. Warga pun menunggu langkah tegas dan klarifikasi menyeluruh agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

Editor ; Indr4one penulis : Kurnia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *