
Pangkalpinang, Faktababelnews – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan hasil nyata. Kompos organik hasil produksi warga binaan terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi setelah berhasil menghasilkan panen sebanyak 1.215 kilogram gabah kering panen dari lahan demplot seluas 2.500 meter persegi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (27/7/2026).
Panen tersebut merupakan hasil penerapan kompos pada tanaman padi varietas Inpari 42 yang diaplikasikan melalui tiga tahap pemupukan, masing-masing pada 22 Mei, 2 Juni, dan 22 Juni 2026. Hasil yang diperoleh menjadi bukti bahwa kompos hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang mampu mendukung peningkatan hasil pertanian.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan keberhasilan panen perdana ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan berbagai produk pembinaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa kompos hasil karya warga binaan telah memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian, khususnya tanaman padi,” ujar Sugeng.

Ia menjelaskan, kompos tersebut dibuat dari bahan fly ash limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara yang sebelumnya juga telah berhasil diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit di sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kompos produksi Lapas Pangkalpinang memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Pangkalpinang menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kami berharap kompos produksi warga binaan semakin dipercaya dan dimanfaatkan oleh lebih banyak petani di Bangka Belitung,” katanya.
Sugeng menambahkan, hasil panen tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas penggunaan kompos terhadap berbagai jenis tanaman, peningkatan hasil panen, serta kemampuan adaptasinya pada berbagai kondisi lahan pertanian.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, memberikan apresiasi atas inovasi yang terus dikembangkan Lapas Pangkalpinang.
Menurutnya, keberhasilan demplot tersebut membuktikan bahwa program pembinaan warga binaan tidak hanya memberikan bekal keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Kompos hasil pembinaan ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan hasil pertanian dan mendukung 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Ade.
Salah seorang petani penerima manfaat, Cakur, mengaku merasakan perubahan signifikan pada pertumbuhan tanaman padinya setelah menggunakan kompos produksi Lapas Pangkalpinang.
“Tanaman terlihat lebih subur, batangnya lebih kuat, dan hasil panennya juga memuaskan. Kami berharap kompos ini terus diproduksi karena sangat membantu petani,” ungkapnya.
Panen perdana tersebut turut dihadiri perwakilan Lembaga Adat Melayu Kota Pangkalpinang, Ustaz Ghozali yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Tuatunu Indah, serta Kelompok Tani Desa Rias.
Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Redaksi | Faktababelnews













