
PANGKALPINANG,Faktababeknews.id Komitmen dalam memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang. Sebanyak 49 warga binaan berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pengayoman dan menerima ijazah Paket A, Paket B, serta Paket C yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lapas Pangkalpinang, Jumat (10/7/2026).
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan program pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari upaya pembinaan yang bertujuan membangkitkan potensi warga binaan sekaligus memastikan hak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana.

“Ijazah ini bukan sekadar selembar dokumen kelulusan, tetapi simbol perubahan. Kami ingin setiap warga binaan memiliki keyakinan bahwa mereka mampu belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Sugeng.
Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk mematuhi tata tertib serta mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Selain itu, Sugeng menegaskan bahwa seluruh pelayanan publik maupun program pembinaan di Lapas Pangkalpinang diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
“Tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun karena seluruh layanan tersebut merupakan hak setiap warga binaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik sekaligus Kepala Sekolah PKBM Pengayoman Lapas Pangkalpinang, Indri Yudhit, menyampaikan bahwa keberhasilan 49 warga binaan menyelesaikan pendidikan merupakan hasil sinergi antara Lapas Pangkalpinang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.
“Ijazah ini menjadi bukti bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Indri.

Salah seorang warga binaan lulusan Paket C berinisial M mengaku bersyukur dapat menuntaskan pendidikan yang sempat terhenti saat duduk di bangku kelas I SMA. Setelah mengikuti pembelajaran di PKBM Pengayoman selama dua tahun, ia akhirnya berhasil meraih ijazah kesetaraan.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan menyelesaikan sekolah di Lapas. Ijazah ini menjadi penyemangat bagi saya untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui Program Pendidikan Kesetaraan PKBM Pengayoman, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang berharap setiap warga binaan memiliki bekal ilmu pengetahuan, perubahan sikap, serta karakter yang lebih baik sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, taat hukum, dan produktif.
Redaksi: A2s













