Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDAERAHInternasionalNasionalPersTeknologi

Dari Limbah Menjadi Energi: Inovasi PLTU Bangka dan KOPETINDO Kurangi Pencemaran Plastik

20
×

Dari Limbah Menjadi Energi: Inovasi PLTU Bangka dan KOPETINDO Kurangi Pencemaran Plastik

Sebarkan artikel ini

BANGKA ,Faktababek  Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan terus diwujudkan oleh PLTU Bangka melalui program pemanfaatan limbah plastik menjadi energi alternatif. Dalam rangka mendukung transisi energi dan penerapan ekonomi sirkular, PLTU Bangka kembali menyalurkan pasokan sampah plastik jenis Polypropylene (PP) kepada Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (KOPETINDO) di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (9/6/2026).

Kerja sama antara PLTU Bangka dan KOPETINDO ini telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Program tersebut memanfaatkan limbah plastik PP yang dihasilkan dari aktivitas operasional PLTU Bangka. Pengangkutan limbah dilakukan secara efisien menggunakan armada truk yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut biomassa wood chip.

Sampah plastik yang telah melalui proses pemilahan tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi pirolisis menjadi bahan bakar solar. Hasil olahan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional armada pengangkut biomassa menuju PLTU Bangka, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Menjawab Tantangan Sampah Plastik
Sampah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang cukup serius di Bangka Belitung. Banyak limbah plastik yang belum terkelola dengan baik sehingga berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), mencemari perairan, atau bahkan dibakar secara terbuka yang berdampak pada pencemaran lingkungan.

Melalui kerja sama ini, sampah plastik PP yang telah dipilah dari sampah organik, logam, maupun bahan berbahaya lainnya, dimanfaatkan sebagai bahan baku pengolahan energi alternatif. Jumlah pasokan disesuaikan dengan kapasitas pengolahan yang dimiliki KOPETINDO.

Manajemen PLTU Bangka menegaskan bahwa limbah plastik tersebut tidak digunakan sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik, melainkan diolah menjadi bahan bakar untuk mendukung operasional kendaraan pengangkut biomassa yang digunakan dalam rantai pasok energi terbarukan.

Berbagai Manfaat Lingkungan dan Ekonomi
Program Waste to Energy ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, mendukung penerapan ekonomi sirkular, menekan pencemaran lingkungan akibat sampah plastik, serta membantu penyediaan energi alternatif bagi armada pengangkut biomassa.

Perwakilan Manajemen PLTU Bangka menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan sampah.
“Kami terus berupaya mencari cara terbaik untuk meminimalkan dampak lingkungan dari kegiatan operasional. Kerja sama ini membuktikan bahwa perusahaan energi dapat berperan aktif dalam pengelolaan limbah secara bertanggung jawab,” ujarnya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pantai Takari, Senin (8/6/2026).

Dukungan Berbagai Pihak
Ketua KOPETINDO, Ir. Widi Pancono, menyambut baik keberlanjutan kerja sama tersebut. Menurutnya, pasokan sampah plastik yang terkelola dengan baik sangat membantu pengembangan energi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Pasokan sampah plastik yang teratur dan terkelola dengan baik sangat membantu kami dalam mengembangkan produk energi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” katanya.
Hal senada disampaikan Pemerhati Lingkungan, Ir. Arief Effendi, yang menilai pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak merupakan solusi inovatif yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni persoalan sampah dan kebutuhan energi.

“Proses ini mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi kerusakan lingkungan akibat penumpukan sampah plastik,” ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan
Program penyaluran sampah plastik ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka guna memastikan seluruh proses pengumpulan, penyaluran, dan pengolahan berjalan sesuai dengan ketentuan lingkungan yang berlaku.

Ke depan, PLTU Bangka dan KOPETINDO berharap kolaborasi serupa dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk masyarakat, sehingga pengelolaan sampah berbasis energi dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan maupun perekonomian daerah.

Editor : A2s Fernando FBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *