
Bangka ,Faktababelnews.id Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait keributan di Pulau Lampu yang melibatkan dugaan pelanggaran batas wilayah ponton binaan CV milik Akbar dan pertikaian kuota timah terkait masalah cantingan, Asiang selaku Ketua Forum Persatuan Tambang Rakyat (FPTR) Kabupaten Bangka menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan peristiwa tersebut.07/06/26.
Menurut Asiang, dirinya tidak berada di lokasi kejadian sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu media online. Ia juga menyayangkan adanya pemberitaan yang mencantumkan namanya tanpa dilakukan konfirmasi terlebih dahulu, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Saya tegaskan bahwa saya tidak ada di lokasi dan tidak ada kaitannya dengan persoalan yang terjadi di Pulau Lampu. Sangat disayangkan jika ada pemberitaan yang mencantumkan nama saya tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada saya sebagai pihak yang disebut dalam berita,” tegas Asiang kepada wartawan.
Lebih lanjut, Asiang mengingatkan seluruh insan pers agar menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, prinsip keberimbangan dan verifikasi informasi merupakan hal yang sangat penting agar produk jurnalistik yang dihasilkan tetap akurat dan tidak merugikan pihak tertentu.
“Saya mengimbau kepada rekan-rekan wartawan agar bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dalam membuat berita harus mengedepankan asas keberimbangan dengan mengonfirmasi kepada narasumber yang terkait sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Asiang menambahkan bahwa dirinya menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, namun kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab profesional dalam menyajikan informasi yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan ini disampaikan Asiang untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran terkait keterlibatannya dalam peristiwa keributan yang terjadi di Pulau Lampu.
Editor : A2s FBN













