Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDAERAHNasionalPersTNI/POLRI

Pemilihan RT 06 Bukit Sari Berpolemik, Warga Soroti Dugaan Intervensi Lurah

21
×

Pemilihan RT 06 Bukit Sari Berpolemik, Warga Soroti Dugaan Intervensi Lurah

Sebarkan artikel ini
Ktr seorang luran mendukung salah satu calon RT

 

Ktr seorang luran mendukung salah satu calon RT kelurahan Bukit Sari pangkal pinang

PANGKALPINANG ,Faktababelnews.id Pelaksanaan pemilihan Ketua RT/RW di wilayah Pangkalpinang tengah menjadi sorotan publik. Antusiasme masyarakat yang tinggi dalam pesta demokrasi tingkat lingkungan tersebut justru memunculkan polemik, khususnya di Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Gerunggang.sabtu 18/04/2026

Pemilihan Ketua RT 06 RW 02 di Kelurahan Bukit Sari disebut-sebut berlangsung tidak kondusif. Sejumlah warga mengungkapkan adanya dugaan intervensi dari pihak kelurahan yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurut keterangan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, polemik bermula ketika proses penjaringan calon RT telah resmi ditutup oleh panitia yang dikenal sebagai Tim 7. Bahkan, nomor urut calon disebut telah ditetapkan. Namun secara tiba-tiba muncul satu calon baru yang diduga mendapat dukungan dari lurah setempat.

“Pendaftaran sudah ditutup, nomor urut sudah keluar. Tapi tiba-tiba ada calon baru yang masuk. Katanya didukung oleh ibu lurah. Ini yang membuat suasana jadi tidak kondusif,” ujarnya.
Warga menilai, langkah tersebut tidak hanya melanggar kesepakatan panitia, tetapi juga mencederai prinsip keadilan dalam proses pemilihan. Tim 7 yang diketuai oleh Rahmat, disebut-sebut sempat berencana mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas situasi tersebut.

“Tim 7 sudah bekerja sesuai aturan, tapi kalau ada intervensi seperti ini tentu mereka merasa tidak dihargai. Informasinya bahkan ketua tim ingin mundur,” tambahnya.
Kondisi ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Sebagian warga berharap agar pihak kelurahan bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon. Mereka menilai, seorang lurah sebagai aparatur sipil negara (ASN) seharusnya menjaga kondusivitas dan tidak terlibat dalam dinamika politik praktis di tingkat RT.

“Seharusnya lurah menjadi penengah, bukan justru memperkeruh suasana. Netralitas itu penting agar pemilihan berjalan jujur dan adil,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Kelurahan Bukit Sari terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara bijak demi menjaga keharmonisan dan ketertiban di lingkungan setempat.

Editor : A2s tim FBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *