Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDAERAHHUKUM/KRIMINALNasionalPersTNI/POLRI

Santri SMA di Pondok Pesantren Abror Diduga Dikeroyok Senior, Korban Alami Cedera Kepala

17
×

Santri SMA di Pondok Pesantren Abror Diduga Dikeroyok Senior, Korban Alami Cedera Kepala

Sebarkan artikel ini
Photo para pelaku pengeroyokan di ponpes Abror
Photo para awak media investigasi ke sekretariat ponpes Abror

Mendo Bangka ,FaktaBabel News
Kasus kekerasan kembali mengguncang dunia pendidikan. Seorang santri berinisial AAN (16), siswa kelas 1 tingkat SMA di Pondok Pesantren Abror, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah seniornya.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera di bagian kepala, luka lebam pada wajah, mata bengkak membiru, luka pada geraham, retak di bagian pipi, serta luka pada tangan dan pinggang.

Peristiwa ini sontak membuat keluarga korban terpukul. Orang tua korban bahkan tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui kondisi anaknya yang penuh luka.
Informasi mengenai kejadian itu pertama kali diketahui pihak keluarga setelah salah satu rekan korban yang juga disebut mengalami perlakuan serupa dilarikan ke rumah sakit.
Aksi pengeroyokan tersebut diduga terjadi pada Minggu (11/4/2026) di dalam lingkungan pesantren.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula saat korban sedang duduk di pinggir masjid bersama teman-temannya sambil bercanda menunggu waktu salat Isya.
Namun, beberapa kakak kelas diduga tersinggung karena mengira korban dan teman-temannya menertawakan mereka.

Photo para pelaku pengeroyokan di ponpes Abror

Tak lama kemudian, salah satu senior disebut menendang kepala korban. Saat itu korban tidak melakukan perlawanan.
Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 21.30 WIB, saat korban sedang berkumpul bersama teman seangkatannya, korban kembali dipanggil oleh seniornya. Korban lalu diminta berdiri, tangannya ditarik hingga terjatuh, kemudian tangan dan kakinya dipegang sebelum akhirnya diduga dikeroyok beramai-ramai.

Korban bahkan disebut sempat diseret hingga terbaring tak berdaya.
Pihak keluarga menduga kejadian ini bukan yang pertama terjadi di lingkungan pesantren tersebut.
Keluarga Tunggu Hasil CT Scan
Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah orang tuanya.
Ayah korban, Handoko, Amd.Kom, mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil CT scan kepala korban untuk memastikan kondisi medis lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil CT scan. Kasus ini rencananya akan kami laporkan ke Polda Babel agar ditindaklanjuti secara serius dan tidak terulang lagi ke depannya,” ujarnya.
Pihak Pesantren Amankan 7 Santri
Sementara itu, pihak pengurus Pondok Pesantren Abror membenarkan bahwa insiden tersebut sedang dalam penanganan internal.

Sebanyak 7 orang santri yang diduga terlibat pengeroyokan disebut telah diamankan dan saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak pengurus pesantren.

Kejadian ini memicu keprihatinan publik. Banyak pihak menilai insiden tersebut menjadi bukti bahwa kasus kekerasan terhadap siswa bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para pelajar.

Editor : A2s Penulis : Kurnia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *